KetigaTokoh yang disebut Tiga Serangkai ini merupakan pendiri organisasi? Budi Utomo Sarekat Islam Indische Partij Nahdlatul Ulama Parindra Jawaban: C. Indische Partij. Dilansir dari Ensiklopedia, ketiga tokoh yang disebut tiga serangkai ini merupakan pendiri organisasi indische partij. web temakuis.
Cedis membentuk salah satu suku paling kuno di antara Ksatriyas (kelas bangsawan terdiri dari orang Het dan Kassites) di masa awal Veda. Pada awal periode Rgveda raja Cedi telah memperoleh kemasyhuran besar . Mereka merupakan salah satu kekuasaan terkemuka di India utara dalam epik besar. " (Yadavas Through the Ages, P. 90.).
Men money materrials, machiens and methods.sedangkan menurut seorang ahli bernama mooney james d pada tahun 1954, dalam manajemen terdapant unsur yaitu : Manusia tidak dapat disamakan dengan benda, ia mempunyai peranan, pikiran,. â 6 UnsurUnsur Manajemen, Penjelasan Dan Contoh Penerapannya Menurut harrington emerson phiffner jhon dan presthus rebert v, pada tahun 1960 manajemen mempunyai 5
Dilansirdari Ensiklopedia, Budi Utomo merupakan organisasi pertama di Indonesia yang bersifat nasional berbentuk modern yaitu organisasi dengan pengurus yang tetap, ada anggota tujuan dan program kerja. Budi Utomo dibentuk oleh tokoh pelajar STOVIA yang bernama wahidin sudirohusodo.
Vay Tiá»n Nhanh Ggads. Tokoh Teori Manajemen Ilmiah adalah sebagai berikut 1. Frederick W. Taylor 1856 -1915 Frederick W. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktivitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan efisiensi kerja. Taylor membuat prinsip- prinsip yang menjadi intinya manajemen ilmiah yang terkenal dengan rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas, mutu, pendapatan pekerjaan dan semangat kerja karyawan. Adapun filsafat Taylor memiliki 4 prinsip yang ditetapkan yaitu Pengembangan manajemen ilmiah secara diseleksi secara ilmiah dengan rnenempatkan pekerjaan yang cocok untuk satu pendidikan dan pengambangan ilmiah dari para yang baik antara manajernen dengan pekerja. Dalam menerapkan ke-empat prinsip ini, beliau menganjurkan perlunya revolusi mental di kalangan manajer dan pekerja. Adapun prinsip- prinsip dasar menurut Taylor mendekati ilmiah adalah Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang hubungan waktu dan gerak kerja sarna sesama pekerja, dan bukan bekerja secara untuk hasil yang seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya, untuk tingkat kesejahteraan maksimum para kaayawan itu sendiri dan perusahaan. Buku-buku Taylor yang terkenal adalah âShop management 1930â, Principles Of Scientific Management 1911â, dan âTestimory Before Special House Comittee 1912â. Dan pada tahun 1947, ketiga buku tersebut digabungkan dalam 1 satu buku dengan judul âScientific Managementâ. 2. Henry L Gant 1861 -1919 Sumbangan Henay L. Grant yang terkenal adalah sistem bonus harian dan bonus ekstra untuk para mandor. Beliau juga memperkenalkan sistem âChartingâ yang terkenal dengan âGant Chartâ. Ia menekankan pentingnya mengembangkan minat hubungan timbal balik antara manajernen dan para karyawan, yaitu kerja sarna yang harmonis. Henry beranggapan bahwa unsur manusia sangat penting sehingga menggaris bawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian tentang sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan dalam segala masalah manajemen. baca juga manajemen ilmiah Metodenya yang terkenal adalah rnetode grafis dalam menggambarkan rencana-rencana dan memungkinkan adanya pengendalian manajerial yang lebih baik. Dengan rnenekankan pentingnya waktu maupun biaya dalam merencanakan dan rnengendalikan pekerjaan. Hal ini yang menghasilkan terciptanya âGantt Chartâ yang terkenal tersebut 3. Harrington Emerson 1853 â 1931 Pemborosan dan ketidak-efisienan adalah masalah-masalah yang dilihat emerson sebagai penyakit sistem industry. Oleh sebab itu Emerson mengemukakan 12 prinsip efisien yang sangat terkenal yang sangat ringkas sebagai berikut Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelasKegiatan yang dilakukan masuk akalAdanya staf yang cakapDisiplinBalas jasa yang adilLaporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat, ajeg, sistem informasi dan akuntansiPemberiam perintah â perencanaan dan pengurutan kerjaAdanya standar-standar dan skedul-skedul, metode dan waktu setiap yang distandarisasiOperasi distandarisasiIntruksi-intruksi praktis tertulis standarBalas jasa efisien â rencana insentif REFERENSI Amirullah. 2015. Pengantar Manajemen. Jakarta Mitra Wacana Media. Anton Mulyono Aziz dan Maya Irjayanti, 2014. Manajemen. Bandung Mardika Group. Malayu Hasibuan. 2016. Manajemen Dasar, Penegertian, dan Masalah, Edisi Revisi. Jakarta PT. Bumi Aksara. Ramli, Rusli, dkk. 2017. Asas-Asas Manajemen. Tanggerang Selatan Penerbit Universitas Terbuka Wibowo, sapurno. 2009. Pengantar Manajemen Bisnis. Politeknik Telkom. Bandung
American efficiency engineer and business theorist Harrington Emerson Born 1853-08-02August 2, 1853 Trenton, New Jersey Died September 2, 19311931-09-02 aged 78 Nationality American Education Technical University Munich Spouse Mary Crawford Suplee Children Louise Emerson Ronnebeck Parents Edwin Emerson, Maria Louisa Ingham Engineering career Discipline Efficiency engineering, Mechanical engineering Institutions American Society of Mechanical Engineers Employers University of NebraskaElectric Storage Battery Company Projects Emerson Institute, New YorkScientific management Harrington Emerson August 2, 1853 â September 2, 1931 was an American efficiency engineer and business theorist,[1] who founded the management consultancy firm Emerson Institute in New York City in 1900. Known for his pioneering contributions to scientific management,[2] [3] Emerson may have done more than anyone else to popularize the topic[4] His public testimony in 1910 to the Interstate Commerce Commission that the railroads could save $1,000,000 a day started a nationwide interest in the subject of âefficiencyâ. Biography [edit] Emerson was born in Trenton, New Jersey to Edwin Emerson, a Professor of Political science,[5] and Mary Louisa Ingham Emerson, daughter of Samuel D. Ingham, a Congressman and Treasury Secretary under President Andrew Jackson. Emerson attended private schools in Europe, and from 1872 to 1875 studied engineering at the Technical University Munich.[1] After returning to the United States in 1876, Emerson was appointed as Professor of Modern Languages at the University of Nebraska, where he was dismissed in 1882 because of his progressive educational ideas. In the years after, Harrington had several jobs, including a frontier banker, land speculator, tax agent, troubleshooter, lecturer, and educator. In 1893, he joined William Jennings Bryanâs campaign for the presidential election of 1896, which created the foundation for his career as efficiency engineer.[1] In 1897, Emerson started focusing on mechanical engineering, and was employed shortly after by the Electric Storage Battery Company in New York. After his new projects during the Alaskan Gold Rush failed, he became the general manager in a small glass factory. In 1900, he established the Emerson Institute in New York City in order to focus on his work as efficiency engineer. Through the American Society of Mechanical Engineers, he got acquainted with the work of Frederick W. Taylor, which he implemented in his own praxis.[1] Emerson was married to Mary Crawford Suplee, and the youngest of their three daughters was the American painter Louise Emerson Ronnebeck 1901 â 1980. Work [edit] The ideal of setting up of standards [edit] Emerson had spent his youth in Europe. It was to French character, and to German military efficiency as evidenced before his eyes in the conduct of the Franco-Prussian War, that Emerson attributes his strongest ideal â the setting up of standards. His admiration for systematic method and perfect cooperation was further strengthened by studies under a European music teacher a musician from the royal orchestra, by observation of the remarkable results obtained by breeders of fine horses, and by contact with A. B. Smith, a skilful railroad surveyor.[5] Earlier efforts in the field of systematizing management [edit] Emersonâs earlier efforts in the field of systematizing management were in organizing and standardizing one of the new western state universities, the University of Nebraska, of which for six years he was registrar, secretary of the faculty, and head of a department. It was not until some years after this that he entered the profession of reorganizing industrial plants.[5] In 1895 he began a rapid survey of these, determining what their product and costs were compared to what they ought to be. In 1900 or 1902, he checked up minutely the losses occurring in the use of materials, while planning, scheduling, and dispatching work through a large factory.[5] Of all Emersonâs undertakings, however, that which has attracted the most attention was his âbetterment workâ introduced into the shops of the Santa Fe Railway during three years beginning in 1904. He has installed his system partially, though in no instance completely, in some 200 different plants from Alaska to Mexico, from Louisiana to Canada, from Southern California to Maine. These activities were carried on through the Emerson Company, which late 1910s employs between forty and fifty efficiency specialists.[5] Betterment work [edit] In May, 1904, because of labor troubles, Harrington Emerson was given the task of reorganizing certain features of the Santa Fe railway system. His authority extended only to that one department known as the motive power department; and he was, therefore, concerned mainly with the maintenance and repair of locomotives, much of which work was centralized in shops at Topeka. Nevertheless, by the time Emerson had worked out from Topeka to the end of the 10,000 or so miles of road, his system was affecting 12,000 men, and he had a task upon his hands which took three years of time, and the assistance of a large staff of railway experts.[6] The cause of starting Emersonâs âbetterment workâ as it was officially called, having been a strike, his first and most important aim was to establish a basis for permanent harmony by introducing an âindividual effort and bonus system.â Increased supervision of the men was to be undertaken, and for good work special rewards were to be given. Accordingly, time studies were made about 60,000 by March, 1907, tasks were set, and bonuses offered. There were several distinguishing features which marked this phase of scientific management as it was introduced on the Santa Fe First, extreme emphasis was laid on the individual character of the relations of men and management âThe schedule is a moral contract or agreement with the men as to a particular machine operation, rate of wages and time. Any change in men [etc.] calls for a new schedule.â[7] Second, there was a lack of insistence on the selection of unusual men âThe standard time set is reasonable, and one that can be reached without extraordinary effort; is, in fact, such time as a good foreman would demand.â[8] And third, bonuses were paid to foremen. Thus the Santa Fe management sought to make of its employees industrious, well paid, and loyal workmen.[6] Planning department bulletin, showing how, under Scientific Management, the work for each man or each machine is mapped out in advance, 1911. But before actually setting tasks, it was necessary to study and standardize all tools and equipment, and this led in itself to important improvements. Specially notable was the improvement in the care of belting, this being taken out of the hands of the workmen and put into those of specialists, with a resulting saving of 70 per cent in the expense of belt maintenance. Perhaps the most interesting features which Emerson introduced were the various routing and scheduling devices. All of the work in the machine shop was so arranged that it could be controlled from dispatch boards located in a central office; likewise on a bulletin board was indicated the progress in the repair of each locomotive. Most of the other changes â such as the centralization of work at Topeka, and the introduction of improved methods of cost accounting â are beyond the pale of things which are distinctively âscientific management.â[6] It is agreed that the principles of scientific management were only part of them introduced on the Santa Fe. Nevertheless, the estimated savings were at the time put at enormous figures. Thus in the article from which the above quotations were taken, its writer estimated from figures contained in the presidentâs annual report that during the fiscal year ending June 30, 1906, fully a million and half quarter of dollars were saved. Other critics were equally enthusiastic, and the work attracted a great deal of attention throughout the country.[6] Emersonâs system of efficiency and scientific management [edit] Emerson distinguished his system from scientific management based on three characteristics[9] Record of efficiency and costs in locomotive repairs by Emerson, 1912 He calls his system âefficiencyâ rather than âscientific management.â He opposed functional management with its numerous heads, and substitutes for it the âline and staffâ idea, under which there is but one boss the line. The functional experts or staff whom Emerson employs are not executive officers, but simply advise the single responsible authority; and it is the latter who puts all plans into practice through command over his âlineâ subordinates. The idea is to avoid creating too many bosses, and yet operate under expert advice. Emerson uses a wage system which bases remuneration partly upon the âefficiency per centâ of the employee. Standard times are set on the basis of time study analysis, and the workman who just completes the same in the allotted time is credited with 100 per cent efficiency. Efficiency may thus be reckoned as below, above, or at 100 per cent. Although everyone receives his day rate, which is supposed to be a normal compensation when compared with prevailing wages, a man who cannot attain per cent efficiency in the long run is regarded as subnormal and is in danger of discharge. At 67 per cent a small bonus is paid, which grows in size until at 90 per cent efficiency it reaches 10 per cent. Above this point one per cent in bonus is added for each additional one per cent gain in efficiency.[9] Emerson has thus developed a wage system which is in its results practically the same as Ganttâs âtask and bonusâ plan, except that under the Gantt system no bonus is paid until a man comes up to standard performance, in the hope that the large increase then suddenly granted will bring all up to a common productivity.[9] Emerson and Frederick W. Taylor [edit] Emerson was nearly three years older than Frederick W. Taylor; he did not meet the latter until December, 1900, and the two never worked together. Emerson was present, however, when Taylorâs âShop Managementâ was read, in 1903, and did almost all of his mature work in the light if he chose to use it of that exposition.[10] As regards his general thought, Emerson has received stimuli from many sources; but as concerns the application of efficiency to industrial plants, there is good ground for believing that he is much more deeply indebted to Taylor than to any other. Indeed, men well acquainted with both have told us that Emerson was once accustomed to refer to Taylor as the source of his ideas Taylor he regarded as trying to do too much, as being in advance of his time; it was he, Emerson, who, by rendering lofty projects more practical, was able to achieve results.[10] On the other hand, it cannot be denied that Emerson has brought into the field a great deal of original force. He may have adopted some of Taylorâs ideas; but if so, his conduct is similar to the appropriation which every man makes of any scheme that appeals to him as useful; and beyond this, he has at the same time combined them with so many ideas derived from other sources that his resulting philosophical system is a truly original contribution to the subject. Certainly in his books he has expressed himself in a way which is in many respects far more effective than the style of the other scientific management or efficiency men.[10] Reception [edit] According to Drury 1918 Emerson has done more than any other single man to popularize the subject of scientific management.[4] His statement that the railroads could save $1,000,000 a day by introducing efficiency methods was the keynote which started the nationwide interest in the subject. His books, Efficiency a reprint in 1911 of periodical contributions of 1908 and 1909, and The Twelve Principles of Efficiency 1912, taken with his magazine articles and addresses, have perhaps done more than anything else to make âefficiencyâ a household word.[4] In âA short history of efficiencyâ Witzel 2002 summarized Emersonâs role and ideas. He stated, that Emerson had âargued that an efficient organisation was a necessary prerequisite to task and process efficiency. Rejecting the machine metaphor of scientific management, Emerson conceived of an organic organisation where efficiency was a natural occurrence, not an imposed set of targets and procedures â a concept that has a lot in common with total quality management and a management philosophy that remains valid and important.â[11] Publications [edit] Emerson, Harrington. The engineer and the road to the gold fields 1899 Emerson, Harrington. Efficiency as a Basis for Operation and Wages. Engineering Magazine, 1909. Emerson, Harrington. The twelve principles of efficiency. Engineering Magazine, 1912. Emerson, Harrington. In memoriam to those who perished in the disaster to the Titanic April 14th and 15th, 1912 an address to the Club of Printing House Craftsmen of New York, delivered April 18th, at the hour of the landing of the survivors. New York Emerson. 1912 Emerson, Harrington. The railroad situation; why 30 per cent rate increase is not enough. New York, The Emerson Engineers. 1920 Articles, a selection Harrison Emerson 1905 âShop betterment and the individual effort method of profit-sharingâ in International Railway Journal Vol. 13. p. 61. References [edit] ^ a b c d Harrington Emerson Papers, 1848-1931 at Penn State. ^ Kreis 1992 156 ^ Kipping & Clark 2012, p. 33 ^ a b c Drury, p. 129 ^ a b c d e Drury 1918, p. 125-126 ^ a b c d Drury, p. 140-142 ^ Studies in History, Economics, and Public Law. Vol. 65. p. 401. 1915. ^ Emerson 1905, p. 61 ^ a b c Drury, p. 126-127 ^ a b c Drury, p. 127-128 ^ Witzel 2002, 38 Attribution This article incorporates public domain material from Horace Bookwalter Drury. Scientific management; a history and criticism. 2d ed., rev. Published 1918 by Columbia university in New York Further reading [edit] Horace Bookwalter Drury. Scientific management; a history and criticism. 2d ed., rev. Published 1918 by Columbia university in New York. Matthias Kipping, Timothy Clark 2012 The Oxford Handbook of Management Consulting. Steven Kreis, The Diffusion of Scientific Management the Bedaux Company in America and Britain, 1926-1945â in A Mental Revolution Scientific Management Since Taylor 1992 âLinkâ PDF. Witzel, Morgen. âA short history of efficiency.â Business Strategy Review 2002 38-47. External links [edit] Harrington Emerson Papers, 1848-1931 with Biographical or Historical Note
â Pengertian Salah Satu Unsur Manajemen Menurut Harrington Emerson Adalah.. Salah satu unsur manajemen menurut Harrington Emerson adalah planning atau perencanaan, yang bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan unsur manajemen lainnya adalah organizing atau mengorganisir, yang mencakup pengaturan dan pengelolaan sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Penjelasan Lengkap Salah Satu Unsur Manajemen Menurut Harrington Emerson Adalah Harrington Emerson adalah seorang tokoh manajemen terkenal yang memiliki berbagai teori tentang manajemen. Salah satu teorinya yang terkenal adalah tentang unsur manajemen. Menurut Harrington Emerson, unsur-unsur manajemen dapat dibagi menjadi enam bagian yaitu perencanaan, pengorganisasian, personalia, pengarahan, pengendalian, dan evaluasi. Perencanaan merupakan tahapan awal dari manajemen, yaitu menentukan tujuan dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini, manajer harus memperkirakan resiko dan mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Pengorganisasian adalah tahap di mana manajer harus menentukan tugas dan tanggung jawab individu dalam kelompok atau organisasi, sekaligus mengatur bagaimana individu itu akan bekerja bersama-sama sehingga mencapai tujuan. Personalia merupakan tahap di mana manajer mengatur sumber daya manusia yang terlibat dalam organisasi. Di dalam tahap ini, manajer harus memperhatikan aspek-aspek seperti pendidikan, pengalaman, keterampilan, serta kemampuan pelaksana. Pengarahan adalah tahap di mana manajer harus memotivasi dan mengarahkan karyawan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Di sini manajer akan menetapkan aturan-aturan, memberikan bimbingan dan dukungan, serta memberikan umpan balik kepada karyawan. Pengendalian merupakan tahap di mana manajer harus memonitor dan mengevaluasi tujuan yang telah ditetapkan sekaligus mengambil tindakan korektif bila terjadi kegagalan dalam mencapai tujuan. Evaluasi adalah tahap akhir dari manajemen, di mana manajer harus mengevaluasi seluruh proses manajemen yang telah dilakukan, termasuk mengevaluasi kinerja organisasi, membandingkan kinerja dengan tujuan yang telah ditentukan, dan mengevaluasi kinerja individu. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur manajemen menurut Harrington Emerson sangat penting untuk kesuksesan manajemen sebuah organisasi. Untuk mencapai kesuksesan, manajer harus memperhatikan keenam unsur tersebut secara proporsional dan berkesinambungan. Hanya dengan demikian, manajer dapat mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien. Soal dan Jawaban Terkait Salah Satu Unsur Manajemen Menurut Harrington Emerson Adalah dalam Dunia Pendidikan Contoh Soal 1. Apa yang dimaksud dengan salah satu unsur manajemen menurut Harrington Emerson? 2. Mengapa unsur manajemen tersebut penting dalam pengelolaan perusahaan? 3. Bagaimana cara mengaplikasikan unsur manajemen tersebut dalam kegiatan manajemen perusahaan? Contoh Jawaban 1. Salah satu unsur manajemen menurut Harrington Emerson adalah efisiensi. 2. Efisiensi sangat penting dalam pengelolaan perusahaan karena mampu mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki perusahaan sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi. 3. Untuk mengaplikasikan unsur manajemen efisiensi, perusahaan dapat melakukan berbagai cara, antara lain â Mengimplementasikan teknologi yang tepat â Melakukan penghematan biaya â Memperbaiki proses kerja dengan menghilangkan aktivitas yang tidak penting â Mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja dan sumber daya lainnya Dengan menerapkan efisiensi dalam kegiatan manajemen perusahaan, diharapkan perusahaan dapat mencapai tujuannya secara lebih efektif dan efisien. Penutup Dalam artikel ini, kita telah membahas salah satu unsur manajemen menurut Harrington Emerson, yaitu efisiensi. Efisiensi menjadi hal yang sangat penting dalam dunia manajemen mengingat segala kegiatan harus dilakukan dengan cara yang lebih baik dan efisien. Menerapkan konsep ini akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuan dan menjadi lebih kompetitif di pasar.
Struktur Organisasi Struktur organisasi adalah sekumpulan komponen-komponen unit-unit kerja yang telah disusun dalam organisasi. Struktur organisasi berguna untuk menunjukkan adanya beberapa pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda agar bisa dikoordinasikan . Selain itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan. Struktur Organisasi juga merupakan suatu kerangka yang menunjukkan seluruh kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi, yang berhubungan dengan fungsi, wewenang dan tanggung jawab untuk mencerminkan mekanisme-mekanisme formal pada pengelolaan organisasi Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu Vertikal Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal. Mendatar/Horizontal Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya. Lingkaran Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran. Setengah Lingkaran Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya Elliptical Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips Piramid terbalik Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik. Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan tentang organisasi yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan dari organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya. Tipe atau Bentuk Organisasi Pada saat ini Tipe atau Bentuk Organisasi terdapat 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah definisi tipe atau bentuk organisasi menurut beberapa ahli adalah 1. ORGANISASI LINI/GARIS LINE ORGANIZATION Organisasi Lini/Garis diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga. Memiliki Ciri-ciri Organisasi Lini adalah - Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dan memilikiJumlah karyawan yang sedikit - Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi - Belum terdapat spesialisasi Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan - Struktur organisasi sederhana dan stabil Organisasi tipe garis ini biasanya diterapkan kepada organisasi kecil yang disiplin mudah dipelihara dipertahankan Contoh bagan Organisasi Lini 2. ORGANISASI LINI DAN STAF LINE AND STAFF ORGANIZATION Organisasi Garis dan Staf diciptakan oleh Harrington Emerson. Organisasi Garis dan Staf Merupakan bentuk organisasi yang mengambil kelebihan-kelebihan dari organisasi garis seperti adanya pengawasan secara langsung, serta mengambil kelebihan-kelebihan dari organisasi staf seperti adanya spesialisasi kerja. Organisasi Garis dan Staf merupakan kombinasi dari organisasi lini dan azas komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan untuk memberi masukan, bantuan pikiran, saran-saran, dan data informasi yang dibutuhkan. Memiliki Ciri-ciri - Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung - Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff - Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff - Jumlah karyawan banyak Organisasi besar, bersifat komplek Adanya spesialisasi Contoh bagan organisasi garis dan staf 3. ORGANISASI FUNGSIONAL FUNCTIONAL ORGANIZATION Organisasi Fungsional diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan pada sifat dan macam-macam pekerjaan yang harus dilakukan. masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh. Memiliki Ciri-ciri - Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan - Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan - Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis - Target-target jelas dan pasti Pengawasan ketat - Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi Contoh Bagan Organisasi Bentuk Fungsional 4. ORGANISASI LINI DAN FUNGSIONAL LINE AND FUNCTIONAL ORGANIZATION Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit Kepala Bagian untuk mengambil keputusan dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan. Memiliki Ciri-ciri - Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan. - Terdapat spesialisasi yang maksimal dan tidak menonjolkan perbedaan tingkatan dalam pembagian kerja Contoh bagan organisasi Lini dan Fungsional 5. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORGANIZATION Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut atau merupakan gabungan dari organisasi yang berbentuk lini fungsional dan staf.. Memiliki Ciri-ciri - Organisasi besar dan kadang sangat ruwet - Jumlah karyawan banyak. - Mempunyai - Unsur karyawan pokok Karyawan dengan tugas pokok line personal, Karyawan dengan tugas bantuan staff personal, Karyawan dengan tugas operasional fungsional functional group 6. ORGANISASI KOMITE COMMITE ORGANIZATION Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksanakan secara kolektif. Organisasi komite terdiri dari 1. Executive Committee Pimpinan Komite, yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini 2. Staff Committee, yaitu orang â orang yang hanya mempunyai wewenang staf Memiliki ciri-ciri - Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif - Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan. - Asas musyawarah sangat ditonjolkan - Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana - Biasanya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga. Bentuk organisasi Tipe Organisasi Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi yang sudah diolah. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja. Bentuk-bentuk Organisasi Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu - Pembagian kerja - Rantai perintah - Tipe pekerjaan yang dilaksanakan - Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan - Tingkatan manajemen Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut - Bentuk Piramidal - Bentuk Vertikal - Bentuk Horisontal - Bentuk Melingkar source
harrington emerson merupakan tokoh pencipta organisasi